Selasa, 01 Januari 2019

Pihak Afiliasi

AFILIASI : Berarti pihak yang memiliki hubungan afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 1 Undang-undang Pasar Modal (UUPM), yaitu :
  • Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun secara vertikal;
  • Hubungan antara pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut;
  • Hubungan antara dua perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau Komisaris yang sama;
  • Hubungan antara Perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;
  • Hubungan antara dua perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama;
  • Hubungan antara Perusahaan dan Pemegang Saham Utama.




Senin, 17 Desember 2018

Hingga langit benar benar gelap

Aku tak pernah menunggu kapan kau hadir
Karena Aku tak pernah tau kapan kau akan tiba
Aku tak pernah bertanya pada siapapun tentang mu
Karena aku tak tau dimana akan menemukanmu
Namun bukan berarti aku tak pernah berharap
Bukan berarti aku tak menyadari akan hal bahwa...
yang aku tunggu yang aku cari akan aku temukan
jika saja aku berhenti mencari....
.
.
Sementara menikmati secangkir kopi ~hingga langit benar benar gelap~

Sementara untuk selamanya


Rasa yang pernah kurasa ternyata hanya sementara
Terkadang manis membuat tawa tak henti
Adapula pahit yang membuat sulid menahan tetesan air mata
termenung dalam sepi bukannlah caraku menyelesaikannya
Sementara kau sadar jika rasa adalah sebuah kiasan
maka tak perlu ada penyesalan penuh drama
biarlah sebuah rasa berlalu di telan waktu
sampai kita mampu menciptakan rasa baru
sebuah rasa yang bukan hanya untuk sementara
namun, sementara untuk selamanya.

Selasa, 11 Desember 2018

Tentang bahagia


Tentangmu disana
Aku ingin mengungkapkan sebuah rasa
Rasa yang telah lelah ku tahan
Mungkin melalui kata-kata sederhana
Mendoakanmu dengan sebaik-baik cara
Berharap kau mengenalnya sebagai sebuah rasa
Rasa bahagia yang akan selalu menemanimu di sisa usia.

By : Maulana Lubis


Jumat, 30 November 2018

Apa yang dimaksud dengan saham LQ 45 dan apa yang menjadi kriteria ?

Indeks LQ 45 menggunakan 45 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.

Faktor-faktor di bawah ini dipergunakan sebagai kriteria suatu emiten untuk dapat masuk dalam perhitungan indeks LQ 45 adalah:
  1. Telah tercatat di BEI minimal 3 bulan.
  2. Aktivitas transaksi di pasar reguler yaitu nilai, volume dan frekuensi transaksi.
  3. Jumlah hari perdagangan di pasar reguler.
  4. Kapitalisasi pasar pada periode waktu tertentu.
  5. Selain mempertimbangkan kriteria likuiditas dan kapitalisasi pasar tersebut di atas, akan dilihat juga keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan tersebut.
Indeks LQ 45 dihitung setiap enam bulan oleh divisi penelitian dan pengembangan Bursa Efek Indonesia.



Rabu, 21 November 2018

PENGERTIAN DIVESTASI

Divestasi adalah pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentuk finansial/keuangan atau  barang, atau dapat pula disebut sebagai penjualan dari bisnis yang dimiliki oleh perusahaan, Ini adalah kebalikan dari investasi pada aset baru. Perusahaan yang melakukan divestasi didasarkan pada beberapa motif.
Menurut Wikipedia, divestasi adalah pengurangan jenis aset baik dalam bentuk finansial atau barang dari bisnis yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Dari definisi diatas, dapat kita tarik pemahaman Divestasi, Divestasi adalah kebalikan dari investasi. Investasi terjadi ketika sebuah perusahaan membeli sejumlah aset yang diharapkan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang. Sementara itu, divestasi adalah pengurangan jenis aset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Ada empat motif bagi perusahaan untuk melakukan divestasi, diantaranya:
  1. Melakukan divestasi atau menjual bisnis yang bukan merupakan bagian dari bidang operasional utamanya, yaitu dengan alasan ingin berfokus pada area bisnis terbaik yang dapat dilakukannya.
  2. Keinginan untuk memperoleh keuntungan dari penjualan perusahaan.
  3. Adanya keyakinan bahwa nilai perusahaan akan meningkat setelah di divestasi,
  4. Unit bisnis atau perusahaan tersebut  tidak menguntungkan lagi secara keseluruhan.
Semakin jauh unit bisnis yang dijalankan dari core competence perusahaan, maka kemungkinan gagal dalam operasionalnya semakin besar. Peristiwa ini adalah kebalikan dari investasi pada aset baru perusahaan, walaupun hal ini tidak berlaku umum. Oleh  sebab  itu, sebelum perusahaan melebarkan sayapnya pada bisnis baru yang berada di luar core bisnis utama, perusahaan di tuntut untuk memiliki pertimbangan yang matang.

Kebanyakan perusahaan melebarkan sayapnya dengan dimulai pada bisnis yang terkait. Setelah berhasil, baru mengembangkan diri pada bisnis yang masih memiliki hubungan terkait walaupun sudah jauh tetapi saling mendukung. Setelah berhasil pada bisnis tersebut, baru perusahaan dapat memutuskan untuk melebar pada bisnis yang tidak terkait sama sekali. Tentunya dengan pertimbangan yang matang.

Perusahaan dapat menyusun bisnis rnereka dengan cara yang lebih baik, dan dengan kecepatan yang lebih besar pada saat perusahaan mendapati bahwa bisnis tertentu tidak sesuai dengan visi strategis perusahaan yang  telah berubah. Suatu akuisisi yang bersifat predator dan diikuti oleh pelepasan aset, bukan menjadi satu-satunya mekanisme yang memungkinkan untuk melakukan pemindahan aset bagi perusahaan yang dapat mengolah potensi mereka secara penuh.

Perusahaan-perusahaan yang sudah siap sudah cukup peka untuk mengetahui apabila bisnis tertentu dalam portofolio mereka telah mempertahankan tujuan bisnis  strategis. Perusahaan juga dapat menggunakan mekanisme penarikan modal untuk memperbaiki nilai bisnis mereka, dan karena itu perusahaan dapat menghindar agar tidak jatuh ke dalam pelepasan aset.
Proses dan Metode Divestasi

Beberapa perusahaan menggunakan kecanggihan teknologi untuk memfasilitasi proses divestasi yang mereka lakukan di beberapa divisi.

Mereka mempublikasikan informasi tentang divisi yang akan mereka jual di website resmi mereka, dan dapat dilihat oleh perusahaan lain yang tertarik untuk membeli aset tersebut.

Divestasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:

1. Penjualan
Tipe paling umum dari kegiatan divestasi adalah penjualan sebuah divisi, unit bisnis, segmen atau sekelompok aset ke perusahaan lain. Pembeli pada umumnya (namun tidak selalu) membayar tunai.

Beberapa alasan mengapa metode penjualan menjadi salah satu pilihan ketika melakukan divestasi.

  • Penjualan aset adalah pertahanan terhadap pengambilalihan yang tidak bersahabat.
  • Penjualan aset memberikan dana tunai untuk perusahaan yang dilikuidasi.
2. Spin-Off
Dalam spin-off perusahaan induk mengubah sebuah divisi menjadi entitas yang terpisah dan membagikan saham entitas tersebut kepada pemegang saham perusahaan induk.

Spin-off berbeda dengan penjualan karena dua alasan berikut ini:

  • Perusahaan induk tidak memperoleh dana tunai dari spin-off.
  • Pemegang saham awal dari divisi yang dipisahkan adalah sama dengan pemegang saham induk.
3. Carve-out
Dengan carve-out, perusahaan induk merubah sebuah divisi menjadi entitas yang terpisah dan kemudian menjual saham entitas tersebut kepada masyarakat.

Umumnya pemegang saham perusahaan induk mempertahankan kepemilikan mayoritasnya di entitas baru tersebut.

4. Tracking stock
Perusahaan induk menerbitkan tracking stock untuk “menelusuri” kinerja divisi tertentu dalam perusahaan. Misalnya, jika tracking stock membagikan dividen maka jumlah dividennya akan bergantung pada kinerja divisi.

Divisi yang memiliki tracking stock tetap menjadi bagian dari perusahaan induk meskipun sahamnya diperdagangkan secara terpisah dengan perusahaan induk.

Dampak Divestasi Terhadap Kinerja Perusahaan

1. Perusahaan Menerima Kas Hasil Divestasi (Dampak Jangka Pendek)

Sejumah uang tentu akan diterima oleh perusahaan yang melakukan divestasi aset.
Uang hasil dari penjualan aset tersebut kemudian akan dibukukan ke dalam Laporan Keuangan, di mana dalam Laporan Laba Rugi, penjualan aset biasanya masuk ke dalam pos Penjualan Lainnya (Other Income), sehingga akan meningkatkan Laba Bersih.
Demikian pula, Arus Kas dari Kegiatan Investasi menjadi positif dengan masuknya Kas dari hasil divestasi.

2. Rebalancing Pada Neraca Keuangan

Ketika perusahaan melakukan divestasi lini bisnis usaha, perusahaan juga akan “menyerahkan” sejumlah nilai aset kepada perusahaan yang membeli lini bisnis usahanya tersebut, sehingga aset akan berkurang.
Namun di sisi lain, utang yang dibawa perusahaan juga akan “diserahkan” kepada perusahaan yang melakukan take over, kecuali dinyatakan berbeda dalam kontrak antara kedua belah pihak.

3. Perusahaan Kehilangan Potensi Pendapatan (Dampak Jangka Panjang)

Dampak jangka panjang yang akan dialami perusahaan adalah hilangnya potensi pendapatan di masa depan setelah divestasi, walaupun perusahaan sudah menerima sejumlah uang atas penjualan dan utang perusahaan menjadi berkurang.


Prof. Dr. Kamaludin, SE., MM. Karona Cahya Susena, SE., MM. dan Berto Usman, SE., M.Sc. 2015. Restrukturisasi, Merger & Akuisisi. Bengkulu : Cv. Mandar maju.

https://www.finansialku.com/divestasi-adalah/





Minggu, 18 November 2018

Segmen Operasi dalam Laporan Keuangan Tahunan

Karakteristik

Segmen operasi adalah suatu komponen  dari entitas:
  1. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk  pendapatan  dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari  entitas yang sarna),
  2. Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan  tentang  sumber daya yang dialokasikan  pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya,  dan
  3. Tersedia  informasi keuangan  yang dapat dipisahkan
Segmen operasi dapat terlibat dalam aktivitas bisnis yang belum menghasilkan pendapatan, sebagai contoh operasi permulaan (start-up) dapat menjadi segmen operasi sebelum memperoleh pendapatan.

Karakteristik diatas dapat diterapkan pada dua atau lebih  komponen yang tumpang tindih yang mana para manajer bertanggung jawab. Struktur tersebut terkadang mengacu pada bentuk organisasi matriks. Sebagai contoh, pada  sejumlah entitas, sejumlah manajer bertanggung jawab atas produk dan jasa yang berbeda dan lintas negara, yang mana manajer lain bertanggung jawab atas wilayah geografis tertentu.
Pengambil keputusan operasional secara reguler mengkaji ulang hasil operasi atas kedua komponen tersebut, dan informasi keuangan tersedia untuk keduanya. Dalam situasi tersebut, entitas menentukan mana komponen yang merupakan segmen operasi dengan mengacu pada prinsip utama.

Ketentuan

Laporan keuangan terdiri (PSAK 4) atas laporan keuangan konsolidasian (PSAK 65) atau laporan keuangan tersendiri sebagai lampiran dari laporan keuangan konsolidasian dari entitas induk dalam ruang lingkup PSAK ini, maka informasi segmen hanya disyaratkan  pada  laporan keuangan konsolidasian. Entitas yang tidak disyaratkan untuk menerapkan Pernyataan ini memilih untuk  mengungkapkan informasi tentang segmen yang tidak mematuhi Pernyataan ini, maka entitas tersebut  tidak mendeskripsikan  informasi tersebut sebagai informasi segmen.

Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Dewan Direksi merupakan pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.

Prinsip Utama

Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas  terlibat dan lingkungan ekonomik di mana entitas beroperasi.